Cerita ini sebenarnya gak mau gue ceritain ke siapa-siapa, tapi berhubung disini ada seonggok peralatan komputer bersama internetnya, jadi gue putusin buat memposting cerita ini.
sebenarnya cerita ini sudah lumrah dan sering gue dengar di kantor ini, kalo sebenarnya kantor ini punya sisi menyeramkan. itu semua berawal sejak gue masuk di tempat ini. katanya banyak kejadian-kejadian aneh yang terjadi di tempat ini. berhubung hari ini gue lagi sendirian nih gan, kayaknya gue juga mulai menghadapi sesuatu yang aneh yang terjadi di tempat ini.
semua berawal ketika gue ditinggalin ama temen gue yang harus pulang duluan. entah kenapa pikiran gue mulai gak tenang pas ditinggalin.
seolah-olah merasakan kesepian yang teramat dalam. sebenarnya kantor ini mempunyai 2 kantor yang cukup besar, yang satunya berada di bagian sebelah kantor yang saat ini gue tempati, tapi kayaknya di kantor sebelah juga kelihatannya sepi-sepi aja. gue mutusin buat diem aja disini mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan yang harusnya gue buat. tapi lama-kelamaan udara terasa lebih mencekam, udara juga semakin dingin, membuat gue rada menggigil. gue mutusin buat meramaikan suasana dengan gue bernyanyi. semenit terasa lumayan membaik, namun tiba-tiba plafon kantor gue menghasilkan bunyi dentuman yang keras. dua kali. gue langsung menengadahkan muka ke atas. tapi kelihatannya gak apa-apa. awalnya gue pikir itu adalah tikus, tapi kayaknya bukan. seumur-umur gak pernah ada tikus memamah biak di kantor gue. bunyi dentuman berikutnya kembali. kali ini di bagian genteng, kayak ada kaki anak-anak yang berlari dengan cepat kesana-kemari. "siapa disana ?" cuma kalimat itu yang keluar dari mulut gue. tiba-tiba bunyi dentumannya hilang selama beberapa saat.
gue memutuskan untuk dengerin lagu aja. kemudian plafonnya berbunyi lagi. kali ini bukan bunyi dentuman, tapi bunyi kayak ada yang cakar-cakarin tuh triplek plafon. awalnya pelan, tapi lama-kelamaan suaranya semakin keras aja. gue mutusin buat keluar aja dari ruang kerja gue, menuju toilet. singkat cerita sekembalinya gue dari toilet, sepertinya ada yang aneh dengan meja kerja gue. posisi handphone gue yang gue taruh di atas mixer (alat pemancar radio) tiba-tiba udah berpindah tempat di depan komputer. gue mutusin buat diem aja dan memindahkannya lagi. tapi sebelum gue duduk lagi di kursi gue tiba-tiba bunyi yang aneh kembali terdengar, dan mendadak lampu yang ada diruangan jadi berkedip-kedip sendirian. layar monitor komputer di depan gue juga mendadak jadi gelap, tapi masih dalam keadaan hidup. gue coba buat perbaikin dan ternyata berhasil, menurut gue itu dikarenakan kabelnya yang udah longgar. tiba-tiba lampunya kembali menyala terang. kayak gak ada apa-apa. lain lagi kejadiannya, kali ini datang bunyi dari ruang tamu, suara kursi-kursi yang bedubam bedubam mericuhkan suasana siang ini. gue memberanikan diri buat keluar, melihat keadaan. tapi yang gue dapetin malah gak ada apa-apa ditambah, keadaan kursi-kursinya masih dalam keadaan yang baik-baik saja.
gue mulai merasakan ada sesuatu yang gak beres ditempat ini. gue mulai stand by duduk di depan pintu buat ngelihat keadaan. tiba-tiba gue melihat kayak ada yang ngawasin gue, dan gue gak tahu siapa. gue coba untuk berjalan ke arah luar lagi tapi gak ada siapa-siapa. pas gue berbalik menuju ke ruang kerja gue, tiba-tiba gue melihat ada seseorang yang melintas melewati pintu. gue kemudian masuk buat mengejarnya. tapi yang gue dapatkan gak ada siapa-siapa. gue memutuskan untuk menganggap semua itu adalah ilusi yang muncul di kepala gue. tapi ternyata gak. di atas karpet gue melihat sesuatu seperti tanda jejak kaki seseorang yang melintas ruangan itu. bulu kuduk gue merinding. gak tahu harus ngapain, gue akhirnya mencoba untuk mencari seseorang di dekat sini buat membantu gue. orang pertama yang gue pikirin adalah satpam kantor, tapi pas dicari di tempat jaga satpam, dia gak ada. gue coba mencari orang-orang yang lainnya. tapi kelihatannya sepi-sepi aja.
gak ada yang bisa gue ajak buat nemenin gue. pikiran gue jadi kacau, gak tahu mau ngapain. gue kemudian memutuskan untuk kembali. dengan mengucapkan beberapa kalimat doa dalam hati, gue memberanikan diri buat masuk kembali keruangan itu. kini di dalam ruangan itu telah dipenuhi dengan aroma-aroma wangi yang aneh. seperti aroma kemenyan atau apapun itu. kaki gue mulai lemas, gak tau mau ngapain lagi. tiba-tiba dibalik meja kerja, gue melihat sesosok yang tegap, membelakangi gue. "siapa kamu ?" cuma itu yang bisa gue ucapin. dia tidak menyahut. gue coba mendekati dia dan memegang pundaknya, pas dia berbalik ternyata diluar dugaan gue. gue melihat sosok itu kini tanpa muka. mukanya pucat tanpa ada apapun di wajahnya. tanpa sadar gue kemudian berteriak dan berlari kearah luar. tapi disaat bersamaan juga ternyata kaki gue gak bisa gue gerakin. rasanya berat banget. mau lari tapi gak bisa. gue kemudian berteriak lagi dengan keras, berharap ada seseorang yang mendengarkan dan datang membantu. tapi ternyata sosok itu kini telah berdiri dekat di belakang tubuh gue. mencoba merangkul gue dari belakang, dan disaat yang sama gue seperti mendengarkan suara, pinjamkan mukamu dong. dengan suara yang muram. gue jadi gak bisa berbuat apa-apa. gue pasrahin diri aja apapun yang terjadi.
tiba-tiba disaat yang sama, muncul cahaya putih yang besar menerpa kami berdua, dan seketika itu pelukan sosok tak bewajah itu, lepas dari tubuh gue. dan gue jadi bisa bergerak untuk berlari, tapi gue juga bimbang, mau lari ke arah mana, karena di belakang gue ada si sosok tak berwajah dan kini di depan gue ada sosok cahaya yang sangat besar. tiba-tiba dari sosok cahaya itu, muncul sosok yang lain. rupanya seperti seseorang ksatria dengan jubah putih dan perisai di tubuhnya. dari tangannya muncul sebuah pedang cahaya dan langsung menebas si tanpa wajah. si tanpa wajah kemudian menghilang dan hancur menjadi berkeping-keping kertas. si ksatria dengan sosok yang gagah menoleh padaku dan berkata "sepertinya semua sudah aman" habis dia mengatakan kalimat itu, dia kembali melompat kedalam cahaya putih besar itu dan menghilang bersama dengan cahaya tersebut.
gue kemudian merasa keheranan dengan keadaan tersebut mencoba untuk berjalan kembali menuju meja kerjaku. dengan perasaan seolah gak percaya tapi kejadian tadi terjadi di depan mata gue. gue jadi speechless gak tau mau ngomong apa lagi. disela-sela gue berpikir tiba-tiba di kaki gue muncul segenggam tangan manusia kemudian menarik kaki gue masuk ke dalam tanah. gue berteriak lagi, tapi suara gue meredam. gue teresap ke dalam tanah dan mencoba untuk bertahan dengan kedua tangan gue tapi ternyata gak bisa. akhirnya gue terhisap dalam tanah
beberapa saat kemudian pandangan jadi gelap, gue coba untuk membuka mata gue, tapi rasanya seolah-olah berat. dan gue tersadar ternyata gue sudah berada di dalam kamar tidur gue. gue celingak-celingukan ke kiri dan kanan, gue memegang wajah gue. syukurlah gue gak kenapa-napa
ternyata gue cuma mimpi gan. wihhh kejadiannya itu loh. nyeremin banget ! gue sampai gak bisa ngebayangin lagi gimana kejadiannya. gue kemudian menghembuskan nafas lega, karena ternyata gak terjadi apa-apa.
hehehe gimana gan ceritanya ? menegangkan ? makanya jangan terlalu serius atuh bacanya. itu cuma cerita dari mimpi gue semalem. gue aja sempet gak percaya punya mimpi kayak gitu. and then gue emang nerima sms kalo memang benar hari ini gue yang jaga sendirian di kantor sampe malam.. errrrr... kira-kira bakalan jadi kenyataan yang menyeramkan gak ya ? sejauh ini sih belum.. tapi kayaknya... i don't know. hihihihi
liat yang ini yuk.

No comments:
Post a Comment